Membuat film keluarga, tentu bukan cuma urusan teknologinya. Ada banyak
faktor yang menentukan bagus-tidaknya sebuah film keluarga. Beberapa
di antaranya adalah cara kita memakai camcorder dan merekam peristiwa.
Berikut sedikit tips yang mungkin berguna:
Jangan obral gerakan ke kiri ke kanan (panning) tanpa tujuan
yang jelas hanya untuk merekam semua orang ke dalam video. Atau, tombol
zoom ditekan maju mundur sehingga subjek dengan cepat berubah
komposisinya.
Soalnya, panning membuat pening kepala yang menonton kelak saat
video diputar. Setiap gerakan kamera harus mempunyai tujuan dan kaitan
dengan subjek video Anda. Jika Anda hendak melakukan panning,
tentukan dahulu tujuan dan pesan dari gerakan itu. Tentukan pula titik
awal dan titik akhir gerakan itu. Lakukanlah secara halus.
Zooming sebaiknya tidak dilakukan secara sering. Lakukanlah
demi memberikan titik pandang yang berbeda kepada penonton. Melakukan
zoom in dan zoom out secara berurutan dan berkali-kali
untuk subjek yang sama dianggap sebuah dosa oleh para videografer.
*Jangan tinggi, jongkoklah
Ketika merekam gambar anak-anak, sebaiknya Anda jongkok. Rekamlah pada
level mata anak-anak itu. Sebaliknya pada pesta atau pertemuan-pertemuan,
sudut pengambilan gambar dari arah lebih tinggi, dari atas meja atau
balkon misalnya, akan memberikan titik pandang bagus.
Tentu saja, jangan takut untuk mengubah sudut pengambilan gambar. Agak
sering mengubah sudut pengambilan gambar akan memberikan titik pandang
yang berbeda kepada para penonton.
*Ingat, camcorder bukan kamera foto
Kultur masyarakat kita tampaknya masih menempatkan camcorder
sama dengan kamera foto. Ketika videografer mendatangi, orang malah
pasang aksi diam kayak mau dipotret. Seolah-olah kita lupa bahwa camcorder
bukan saja mampu merekam gambar (bergerak), tapi juga mampu merekam
suara!
Sesekali Anda boleh mencoba satu sesi wawancara keluarga pada saat
keluarga besar Anda berkumpul. Sudah barang tentu, ini bukan wawancara
formal. Buatlah suasana secair mungkin. Misal, mintalah nenek memberi
cerita-cerita tentang cucu-cucunya yang belum banyak diketahui banyak
anggota keluarga lain. Mintalah komentar nenek mengenai mereka juga.
Sebaliknya, mintalah pandangan para cucu tentang nenek mereka. Sempatkanlah
untuk merekam reaksi cucu ketika mereka mendengar komentarkomentar neneknya.
Dengan memanfaatkan secara penuh kemampuan camcorder dan menyadari
karakteristik media audio visualnya, Anda akan mampu menghasilkan film
keluarga yang baik. Setidaknya, boleh jadi film Anda lebih baik ketimbang
tayangan infotainment yang sering muncul di TV.