REKAM GERAKAN, JANGAN BIKIN GERAKAN!

Membuat film keluarga, tentu bukan cuma urusan teknologinya. Ada banyak faktor yang menentukan bagus-tidaknya sebuah film keluarga. Beberapa di antaranya adalah cara kita memakai camcorder dan merekam peristiwa.

Berikut sedikit tips yang mungkin berguna:

*Rekamlah gerakan, jangan bikin gerakan
Jika asal pakai saja, mengoperasikan camcorder gampang saja. Cuma untuk menghasilkan video yang bagus perlu kedisiplinan.

Jangan obral gerakan ke kiri ke kanan (panning) tanpa tujuan yang jelas hanya untuk merekam semua orang ke dalam video. Atau, tombol zoom ditekan maju mundur sehingga subjek dengan cepat berubah komposisinya.

Soalnya, panning membuat pening kepala yang menonton kelak saat video diputar. Setiap gerakan kamera harus mempunyai tujuan dan kaitan dengan subjek video Anda. Jika Anda hendak melakukan panning, tentukan dahulu tujuan dan pesan dari gerakan itu. Tentukan pula titik awal dan titik akhir gerakan itu. Lakukanlah secara halus.

Zooming sebaiknya tidak dilakukan secara sering. Lakukanlah demi memberikan titik pandang yang berbeda kepada penonton. Melakukan zoom in dan zoom out secara berurutan dan berkali-kali untuk subjek yang sama dianggap sebuah dosa oleh para videografer.

*Jangan tinggi, jongkoklah
Ketika merekam gambar anak-anak, sebaiknya Anda jongkok. Rekamlah pada level mata anak-anak itu. Sebaliknya pada pesta atau pertemuan-pertemuan, sudut pengambilan gambar dari arah lebih tinggi, dari atas meja atau balkon misalnya, akan memberikan titik pandang bagus.

Tentu saja, jangan takut untuk mengubah sudut pengambilan gambar. Agak sering mengubah sudut pengambilan gambar akan memberikan titik pandang yang berbeda kepada para penonton.

*Ingat, camcorder bukan kamera foto
Kultur masyarakat kita tampaknya masih menempatkan camcorder sama dengan kamera foto. Ketika videografer mendatangi, orang malah pasang aksi diam kayak mau dipotret. Seolah-olah kita lupa bahwa camcorder bukan saja mampu merekam gambar (bergerak), tapi juga mampu merekam suara!

Sesekali Anda boleh mencoba satu sesi wawancara keluarga pada saat keluarga besar Anda berkumpul. Sudah barang tentu, ini bukan wawancara formal. Buatlah suasana secair mungkin. Misal, mintalah nenek memberi cerita-cerita tentang cucu-cucunya yang belum banyak diketahui banyak anggota keluarga lain. Mintalah komentar nenek mengenai mereka juga. Sebaliknya, mintalah pandangan para cucu tentang nenek mereka. Sempatkanlah untuk merekam reaksi cucu ketika mereka mendengar komentarkomentar neneknya.

Dengan memanfaatkan secara penuh kemampuan camcorder dan menyadari karakteristik media audio visualnya, Anda akan mampu menghasilkan film keluarga yang baik. Setidaknya, boleh jadi film Anda lebih baik ketimbang tayangan infotainment yang sering muncul di TV.

 
 
kirim ke teman
 
tutup