ESPERANTO BAHASA DUNIA
MASA DEPAN?
Di luar bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, ternyata banyak bahasa alternatif yang siap menjadi penggantinya. Bahasa-bahasa ini tidak dimiliki oleh sebuah bangsa sehingga perkembangannya sangat dipengaruhi oleh upaya para pecintanya. Salah satunya Esperanto.
Penulis:Yohanes Manhitu, peminat bahasa dan
sastra, di Yogyakarta.
Apa jadinya kalau tidak ada bahasa universal yang dapat dimengerti
oleh setiap orang di muka Bumi ini. Teknologi informasi macam
internet dan telepon akan kehilangan penggemar. Dunia bisa jadi
benar-benar hanya sedaun kelor! Beruntunglah ada lingua franca
atau bahasa internasional yang menjadi jembatan komunikasi antarbangsa.
Sejarah mencatat, beberapa bahasa Indo-Eropa telah silih berganti
menempati posisi sebagai bahasa internasional. Berawal dari penaklukan
Alexander Agung, bahasa Yunani menjadi bahasa yang berpengaruh
jauh sebelum tarikh Masehi dan turut mempengaruhi perkembangan
bahasa Latin. Bahasa Latin sendiri, sebagai bahasa Kekaisaran
Romawi yang pernah memiliki wilayah jajahan sangat luas, dan kemudian
menjadi bahasa resmi Gereja Katolik Roma, pernah menjadi bahasa
internasional. Pengaruhnya masih terasa sampai saat ini, khususnya
dalam bidang ilmu biologi, hukum, dan filsafat.
Bahasa Prancis pun pernah menikmati gilirannya sebagai bahasa
internasional dari abad ke-18 sampai dengan abad ke-19, berkat
kegigihan pemerintah dan masyarakat Prancis dalam melestarikannya.
Dewasa ini bahasa Inggrislah yang dianggap sebagai bahasa internasional
utama dan digunakan oleh tidak sedikit penutur di lima benua.
Hal ini barangkali dimungkinkan oleh banyaknya daerah bekas jajahan
Inggris yang terdapat di muka planet Bumi ini dan kuatnya pengaruh
global negara-negara penutur bahasa ini, misalnya Amerika Serikat.
Baca juga
Dibolak-balik Artinya Sama