INTISARI ~ TAJAM, BERAGAM, ENAK DIGENGGAM

  Judul : ESPERANTO BAHASA DUNIA MASA DEPAN?
Rubrik : WARNA
Sub rubrik : -
Sumber : MAJALAH
Edisi : NO. 508 TH. XLII NOVEMBER 2005
    URL : http://www.intisari-online.com
 

Aturannya mudah
Beberapa bahasa di atas memang pernah dan masih dielu-elukan sebagai bahasa internasional dalam bidang kehidupan tertentu. Namun, oleh sebagian orang, bahasa-bahasa itu masih dianggap sebagai bahasa suatu bangsa tertentu, dan penggunaannya terasa lebih memudahkan bangsa pemilik bahasa itu. Misalnya, karena luasnya pengaruh bahasa Inggris di dunia ini, para penuturnya bisa dengan yakin mengatakan, "Kemana pun Anda pergi, orang berbicara bahasa Inggris."

Oleh karena itu, muncul gagasan untuk menciptakan sebuah bahasa bersifat internasional, namun bukan milik bangsa mana pun. Untuk maksud ini telah ada sejumlah bahasa yang diciptakan, misalnya saja Volapünk, Esperanto, Interlingua (Peano), Ido, Occidental/Interlingua, Basic English, Novial and Interlingua. Dari semua jenis bahasa itu, Esperanto memiliki banyak pengguna.

Secara historis, bahasa Esperanto diciptakan oleh seorang dokter berkebangsaan Polandia yang bernama L.L. Zamenhof pada tahun antara 1877 - 1885. Esperanto pada awalnya bernama Lingvo Internacia, seperti yang disebutkan dalam buku perdananya yang diterbitkan pada 1887.

Nama "Esperanto" ("orang yang berharap") awalnya digunakan oleh Zamenhof hanya sebagai nama samaran (Dr. Esperanto). Namun, lambat-laun nama ini digunakan sebagai nama bahasa ciptaannya hingga detik ini. Barangkali orang lalu bertanya-tanya mengapa bahasa Esperanto dipandang unggul.

Bahasa ini pada dasarnya unggul karena dua alasan: pertama, Esperanto bersifat netral, bukan milik negara atau kelompok mana pun dan karena itu menjadi milik semua orang. Kedua, Esperanto relatif mudah dipelajari. Konon bahasa Esperanto lima kali lebih mudah daripada bahasa Spanyol, sepuluh kali lebih mudah daripada bahasa Rusia, dan jauh lebih mudah daripada bahasa Cina, Jepang, atau Arab. Singkatnya, Esperanto mudah dipelajari karena aturannya mudah (Esperanto havas facilajn regulojn).

Belum diketahui secara persis jumlah penutur Esperanto di seluruh dunia, karena mustahil untuk melakukan sensus berskala global. Sekadar gambaran, tahun 1927 ketika jumlah penduduk Bumi masih sekitar dua miliar jiwa (www.nationmaster.com/encyclopedia/World-population), Dr. Johannes Dietterlet dari Reich Institut für Esperanto di Leipzig, Jerman, melakukan sebuah survei yang memperkirakan, jumlah penutur Esperanto sekitar 128.000 orang.

Dengan penduduk dunia dewasa ini, diperkirakan jumlah penutur Esperanto sekitar dua juta orang. Sejumlah orang yang sangat antusias terhadap Esperanto memutuskan untuk menggunakannya dalam kehidupan mereka sehari-hari sehingga anak-anak mereka pun menggunakannya sebagai bahasa ibu.

Penutur paling banyak ada di Eropa Timur dan Tengah, khususnya di negara-negara bekas Uni Soviet, dan di Asia Timur, khususnya di daratan Cina. "Bahasa internasional" ini pun cukup dikenal di beberapa wilayah Amerika Selatan dan Asia Barat Daya. Namun, bahasa ini kurang mendapat tempat di wilayah Amerika Utara, Afrika, dan di dunia Muslim. Tidak diketahui alasan kurangnya perhatian mereka. Di Indonesia secara umum bahasa ini masih asing sekali. Apalagi tidak ada satu pun pusat Esperanto di negeri ini. Hingga kini, belum pernah diketahui sikap pemerintah kita terhadap bahasa ini.

Baca juga

Dibolak-balik Artinya Sama

 
1  2  3 
Cetak artikel    Kirim ke teman   Penilaian Anda