Aturannya mudah
Beberapa bahasa di atas memang pernah dan masih dielu-elukan sebagai
bahasa internasional dalam bidang kehidupan tertentu. Namun, oleh
sebagian orang, bahasa-bahasa itu masih dianggap sebagai bahasa
suatu bangsa tertentu, dan penggunaannya terasa lebih memudahkan
bangsa pemilik bahasa itu. Misalnya, karena luasnya pengaruh bahasa
Inggris di dunia ini, para penuturnya bisa dengan yakin mengatakan,
"Kemana pun Anda pergi, orang berbicara bahasa Inggris."
Oleh karena itu, muncul gagasan untuk menciptakan sebuah bahasa
bersifat internasional, namun bukan milik bangsa mana pun. Untuk
maksud ini telah ada sejumlah bahasa yang diciptakan, misalnya
saja Volapünk, Esperanto, Interlingua (Peano), Ido, Occidental/Interlingua,
Basic English, Novial and Interlingua. Dari semua jenis bahasa
itu, Esperanto memiliki banyak pengguna.
Secara historis, bahasa Esperanto diciptakan oleh seorang dokter
berkebangsaan Polandia yang bernama L.L. Zamenhof pada tahun antara
1877 - 1885. Esperanto pada awalnya bernama Lingvo Internacia,
seperti yang disebutkan dalam buku perdananya yang diterbitkan
pada 1887.
Nama "Esperanto" ("orang yang berharap") awalnya digunakan oleh
Zamenhof hanya sebagai nama samaran (Dr. Esperanto). Namun, lambat-laun
nama ini digunakan sebagai nama bahasa ciptaannya hingga detik
ini. Barangkali orang lalu bertanya-tanya mengapa bahasa Esperanto
dipandang unggul.
Bahasa ini pada dasarnya unggul karena dua alasan: pertama,
Esperanto bersifat netral, bukan milik negara atau kelompok mana
pun dan karena itu menjadi milik semua orang. Kedua, Esperanto
relatif mudah dipelajari. Konon bahasa Esperanto lima kali lebih
mudah daripada bahasa Spanyol, sepuluh kali lebih mudah daripada
bahasa Rusia, dan jauh lebih mudah daripada bahasa Cina, Jepang,
atau Arab. Singkatnya, Esperanto mudah dipelajari karena aturannya
mudah (Esperanto havas facilajn regulojn).
Belum diketahui secara persis jumlah penutur Esperanto di seluruh
dunia, karena mustahil untuk melakukan sensus berskala global.
Sekadar gambaran, tahun 1927 ketika jumlah penduduk Bumi masih
sekitar dua miliar jiwa (www.nationmaster.com/encyclopedia/World-population),
Dr. Johannes Dietterlet dari Reich Institut für Esperanto di Leipzig,
Jerman, melakukan sebuah survei yang memperkirakan, jumlah penutur
Esperanto sekitar 128.000 orang.
Dengan penduduk dunia dewasa ini, diperkirakan jumlah penutur
Esperanto sekitar dua juta orang. Sejumlah orang yang sangat antusias
terhadap Esperanto memutuskan untuk menggunakannya dalam kehidupan
mereka sehari-hari sehingga anak-anak mereka pun menggunakannya
sebagai bahasa ibu.
Penutur paling banyak ada di Eropa Timur dan Tengah, khususnya
di negara-negara bekas Uni Soviet, dan di Asia Timur, khususnya
di daratan Cina. "Bahasa internasional" ini pun cukup dikenal
di beberapa wilayah Amerika Selatan dan Asia Barat Daya. Namun,
bahasa ini kurang mendapat tempat di wilayah Amerika Utara, Afrika,
dan di dunia Muslim. Tidak diketahui alasan kurangnya perhatian
mereka. Di Indonesia secara umum bahasa ini masih asing sekali.
Apalagi tidak ada satu pun pusat Esperanto di negeri ini. Hingga
kini, belum pernah diketahui sikap pemerintah kita terhadap bahasa
ini.
Baca juga
Dibolak-balik Artinya Sama