Bisa lebih mahal
What you see is what you get, selalu begitu pesan Sudiono,
seorang pencinta MTB kepada para pemula yang sedang bingung mencari
sepeda. Artinya, beli saja sepeda jadi atau full bike yang dipajang
di toko-toko sepeda. "Anda akan mendapat sepeda sesuai dengan
dana yang sudah pasti," tulisnya di situs internet penggemar MTB.
Pembeli dijamin tidak kecewa dan tidak bakal tekor.
Di toko sepeda, MTB tersedia dalam berbagai jenis dan harga.
Mulai MTB buatan lokal dengan harga sekitar Rp 800.000,- sampai
seharga puluhan juta rupiah karena menyandang merek terkenal.
Sepeda-sepeda yang sudah jadi unggul dalam menjamin kepastian
soal kenyamanan, karena sudah dirancang pabrik sedemikian rupa.
Pembeli tinggal memilih sesuai kebutuhan.
Bagi pemula, ada alternatif lain, yaitu merakit sendiri. Cuma
cara ini tidak gampang. "Selain merepotkan, kalau kita tidak tahu
betul soal sepeda, total harganya malah bisa jadi lebih mahal,"
pesan Rama Wijaya, staf promosi toko sepeda Rodalink. Ada juga
kemungkinan sepeda tidak nyaman dipakai untuk perjalanan jauh
jika paduan rakitannya tidak pas.
"Tapi kalau memang niatnya mau merakit sendiri, juga tidak apa-apa.
Hitung-hitung, sambil mengenal lebih jauh tentang anatomi sepeda
kesayangan. Kalau suatu saat ingin ditambah atau dimodifikasi,
jadi lebih mudah," kata Ozy yang merakit sendiri dua sepeda MTB
berwarna hitam miliknya.
Pekerjaan merakit sepeda diawali dengan memilih rangka. Ada
banyak jenis rangka, karena MTB sendiri adalah sepeda olahraga
untuk berbagai jenis aliran seperti cross country, cross country
race, freeride, trailbike, downhill, atau dirt jump.
"Karena bike to work sifatnya on road, maka semua tergantung pilihan
individu saja. Semuanya sudah jelas cocok," papar Ozy.
Yang justru penting yaitu soal ukuran rangka, karena mesti dipilih
sesuai tinggi badan pemakai. Untuk tinggi badan rata-rata orang
Indonesia (165 - 175 cm) dipakai rangka ukuran 14 - 17 inci (lihat
tabel). Ukuran dihitung berdasarkan panjang seat tube atau
batangan vertikal yang menjadi titik tumpu tempat duduk pengendara.
Ukuran rangka harus pas betul karena bakal berpengaruh pada besarnya
tenaga saat mengayuh pedal. Semakin jauh kesesuaian antara ukuran
seat tube dengan tinggi badan, sudut yang dibentuk bagian belakang
kaki saat mengayuh akan semakin kecil. Tenaga lebih terkuras,
bahkan dapat mengakibatkan cedera lutut.
Bobot rangka sepeda tergantung pada bahan pembuatnya. Saat ini
ada beberapa jenis bahan rangka sepeda seperti hi-ten (baja),
aluminium, skandium, titanium, dan karbon, yang masing-masing
punya kelebihan sendiri. Untuk kelas rendah, misal baja, lebih
murah harganya tapi lebih berat bobotnya. Bahan aluminium tidak
berkarat tapi lebih getas, sehingga mudah menghantarkan getaran.
Rangka yang sekarang sedang jadi incaran para pencinta sejati
MTB adalah jenis rangka berbahan karbon. Harganya memang tergolong
paling mahal, tapi bobotnya tercatat paling ringan. Walau masalah
berat-ringan sangatlah relatif. "Kalau niatnya mau berolahraga,
kenapa harus pakai rangka yang paling ringan?" begitu Ozy berargumentasi.
Sebagai penambah kenyamanan, pemilihan rangka sebaiknya juga
mempertimbangkan pemakaian suspensi. Ada rangka jenis hardtail
yang tidak bersuspensi belakang dan softail yang bersuspensi
belakang. Peredam kejut ganda tentunya dapat menambah kenyamanan
saat melewati jalan yang tidak rata atau off road. "Tapi
jika dipakai di jalan aspal yang umumnya rata, malah membuang
banyak tenaga. Akibatnya, sepeda tidak bisa melaju secepat sepeda
dengan rangka hardtail," kata Rama mengingatkan.