E-MAIL
KATA KUNCI


DAFTAR
 
 
SUARA MILIS  |  JAJAK PENDAPAT  |  KONSULTASI |  FORUM |  ARSIP  |  BUKU TAMU  |  REDAKSI
 
majalah
No. 511 TH. XLIII
FEBRUARI 2006
     
OKUPASI TAK SEKADAR
CARI SEMBUH

"Come on, Mireille. It's easy. You can do it. Just stand up for 10 seconds. One, two, three, ... ten. Yes, you did it!" Anna menyemangati putrinya untuk berdiri tegak dan seimbang di balance board. Walau terlihat main-main, occupational therapy sedikit demi sedikit mampu mengatasi gangguan tumbuh kembang Mireille dan mengembalikan keriangannya yang nyaris hilang.


Penulis: Christantiowati

Dua tahun terakhir, Mireille (8) memang menjalani terapi okupasi di bagian rehabilitasi medis terpadu. Di rumah sakit umum, letak bagian rehabilitasi medis terpadu ini biasanya bersebelahan dengan bagian fisioterapi dan speech therapy.

Terapi okupasi sendiri itu terapi yang menekankan sensomotorik dan proses neurologi (saraf), dengan mengolah, melengkapi, dan memperlakukan lingkungannya begitu rupa, sehingga tercapai peningkatan, perbaikan dan pemeliharaan kemampuan anak. Tujuannya membantu tumbuh kembang anak, agar mandiri dalam keseharian, merawat diri, dan menggunakan waktu luang.

Anak-anak dengan gangguan perkembangan, kesulitan akademis, keterampilan keseharian dan kemandirian, termasuk attention deficit/hyperactivity disorder, down syndrome, asperger's syndrome, pervasive developmental disorder, sensory integration dysfunction, cerebral palsy, kesulitan belajar, keterlambatan wicara, gangguan proses pendengaran dan perilaku dapat memanfaatkan terapi ini.

Terapi okupasi harus didukung sarana memadai dan dilakukan oleh terapis berpendidikan khusus. Di Indonesia, "Baru ada dua lembaga pendidikan khusus untuk terapis okupasi. Program D3 Studi Terapi Okupasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di bawah Depdiknas, dan Akademi Occupational Therapy Surakarta di bawah Depkes," papar Abraham Setiyono, A.MD.OT, terapis okupasi dari Pusat Terapi Terpadu Sarana,di Jakarta Selatan.

Itu sebabnya, jumlah terapis okupasi masih sangat minim. "Sampai saat ini, jumlahnya masih di bawah 1.000 orang, tergabung di Ikatan Occupational Therapist Indonesia," tambah Abraham, lulusan D3 UI.

 
2  3 
Cetak artikel    Kirim ke teman   Penilaian Anda
 
 
 
BUKU BARU!
The Art of Successful Parenting
Beredar 7 November 2007
Harga Rp. 32500