Tidak terasa sakit
Proses terapi dimulai dengan membersihkan kulit pasien pada bagian
yang hendak dibekam dengan cairan antiseptik seperti alkohol.
Jika kebetulan terdapat rambut atau bulu, maka akan dibersihkan
dulu dengan cara dikerok. "Jika dibekamnya di atas kepala, ya
terpaksa pitak dulu," jelas Aly sambil tersenyum.
Setelah kulit bersih, mangkuk bekam ditaruh dan dipompa untuk
mengosongkan udara di dalamnya. Pemompaan dilakukan sesuai daya
tahan pasien. Di sini pasien akan merasa sedikit pegal dan kulit
pun berwarna merah kehitaman. Setelah kira-kira 10 menit, mangkuk
dilepas dan kulit akan terasa menebal.
Tepat di atas kulit yang menebal dilakukan penusukan menggunakan
jarum atau bisa juga disayat dengan pisau cukur. Tusukan berkali-kali
ini tidak keras. Ketika Intisari mencoba, memang sama sekali
tidak terasa sakit. "Jika terasa sakit atau malah keluar darah,
berarti itu bukan darah yang dimaksud," kata Aly yang mengaku
tidak pernah memakai alat lain, semisal pisau bedah.
Selanjutnya, mangkuk kembali ditempelkan dan dipompa. Tindakan
inilah yang membuat darah keluar seperti merembes. Perlahan-lahan
darah semakin banyak, bahkan menggenang di dalam mangkuk. Dalam
bekam, inilah yang dimaksud "darah kotor".
Dalam konsep bekam, darah kotor adalah darah yang tidak berfungsi
lagi, sehingga tidak diperlukan tubuh dan harus dibuang. Secara
spiritual, "kotor" juga berarti darah itu telah tercemar roh jahat,
akibat tindak-tanduk si empunya tubuh yang tidak sesuai dengan
ajaran agama. Kotor juga bisa disebabkan sihir.
Proses pengisapan darah berlangsung tak lebih dari 10 menit.
Jika terlalu lama dibekam, pasien bisa merasa sakit karena kulit
akan mengelupas. Kecepatan keluar darah setiap orang berbeda.
Aly meyakini, orang bertempramen keras, darahnya akan lebih cepat
keluar. Namun, ada juga yang keluarnya lambat dengan jumlah sedikit.
Setiap kali terapi bekam dijalankan, biasanya dilakukan dua sampai
tiga kali pengisapan darah, tergantung pada jenis keluhan serta
volume darah yang keluar. Jika darah hanya keluar seperempat mangkuk
setiap kali bekam, pengulangannya lebih sering dibandingkan dengan
pasien yang darahnya keluar lebih banyak.
Saat proses bekam berlangsung, pasien biasanya akan sedikit merasa
kebas pada bagian yang dibekam. Untuk mencegahnya, terapis akan
mengajak untuk menggerak-gerakkan bagian tubuh yang kebas agar
darah lancar kembali.
Aly berkisah, setelah berobat, pasien biasanya akan mengaku
langsung merasakan manfaatnya. "Jadinya dikira sihir," kata terapis
yang belajar membekam dari Ustad Jumali sewaktu berkelana ke Malaysia
awal dekade 1990-an. "Padahal ini semata-mata berkah dari Allah."
Seusai dibekam, seseorang dianjurkan meminum minuman hangat,
misalnya jintan hitam atau madu. Tidak mau tanggung, orang Arab
malah meminum kuah daging kambing. Maka pantangannya adalah meminum
es selama beberapa hari. Sebelum dibekam, pasien juga disarankan
untuk berpuasa beberapa jam.
Pantangan yang paling utama adalah berhubungan seksual sehari
sebelum dan sesudah dibekam. "Kelihatannya tidak masuk akal, tapi
jangan coba-coba dilanggar," kata terapis kelahiran Buton yang
sehari-hari dipanggil ustad ini. Bekam juga tidak dilakukan pada
hari Rabu dan Sabtu, sesuai sunah Nabi Muhammad.