Penulis: : T. Tjahjo Widyasmoro
Senin, awal Oktober 2007, pukul 12.40 WIB. Mobil Honda Jazz berwarna
perak memasuki areal parkir sebuah mal di kawasan Senayan, Jakarta
Pusat. Mobil berputar sebentar, sebelum akhirnya parkir di suatu
sudut, di lantai bawah tanah. Pengemudinya, perempuan berusia
awal 30-an, turun dari mobil. Ia langsung melangkah menuju pintu
masuk mal, sambil menelepon.
Perempuan hitam manis itu, sebut saja namanya Mita, berjalan
sedikit tergesa-gesa. Seolah tak menghiraukan sekelilingnya, ia
terus menuju lantai dasar. Siang itu kebetulan suasana mal tidak
seramai biasanya. Hanya tampak sejumlah pekerja kantoran menghabiskan
waktu makan siang.
Sekitar sepuluh meter menjelang pintu masuk sebuah kafe waralaba
ternama, seorang pria berperawakan tinggi, berwajah indo, menyambut
Mita. Ricky, nama pria itu, sikapnya wajar, selayaknya teman yang
biasa bertemu. Keduanya lalu melangkah masuk ke dalam kafe, disambut
pelayan yang langsung menanyakan pesanan.
Namun tidak sampai satu menit terlibat pembicaraan, Mita dan
Ricky tiba-tiba terlihat berdiri. Mita bergegas menuju meja kasir
dan membatalkan pesanan, sambil tersenyum dan berulang kali meminta
maaf. Seolah tak ingin berlama-lama di tempat itu, keduanya segera
menuju mobil Mita. Ricky yang memegang kemudi.
Berkecepatan sedang, mobil meluncur meninggalkan Senayan menuju
kawasan Slipi. Titik-titik kemacetan lalu lintas selepas jam makan
siang, sempat membuat lajunya terhambat. Di tengah antrean kendaraan
umum di sebuah perempatan lalu lintas, mobil masuk ke sebuah hotel
bintang tiga. Berputar-putar sejenak di halaman samping, lalu
parkir di sebuah sudut yang terlindung dari pandangan orang ramai.
Di hotel, keduanya check in memakai KTP dan kartu kredit
milik Ricky. Selama transaksi di resepsionis, Mita terlihat berdiri
menjauh sambil memperhatikan beberapa lukisan yang dipasang di
dinding. Sejurus kemudian Ricky memberi isyarat, lalu keduanya
menuju kamar melalui lift tanpa diantar room boy. Waktu
menunjukkan pukul 13.20.
Baca juga:
Ponsel Bisa Disadap Orang Dekat