E-MAIL
KATA KUNCI


DAFTAR
 
 
SUARA MILIS  |  JAJAK PENDAPAT  |  KONSULTASI |  FORUM |  ARSIP  |  BUKU TAMU  |  REDAKSI
 
majalah
No. 532 TH. XLIV
NOVEMBER 2007
     

Lebih menyerang wanita
Osteoartritis merupakan salah satu jenis rematik. Inilah yang orang awam tidak tahu. Di kalangan awam, rematik sudah menjadi nama generik untuk menggambarkan rasa sakit di tulang. Padahal, "Rematik itu jenisnya banyak. Ada seratusan lebih," kata Prof. dr. Zuljasri Albar, Sp.PD-KR, ahli reumatologi dari FKUI. Osteoartritis bermula dari kelainan pada tulang rawan sendi. Selanjutnya, semua struktur yang membentuk sendi misalnya tulang, otot, tendo, dan ligamen dapat terkena.

Dalam taraf ringan, sendi baru akan terasa sakit saat dipakai beraktivitas berat. Misalnya saat mengangkat beban berat atau naik turun tangga. Akan tetapi, ketika sudah parah, hanya untuk melakukan aktivitas ringan, seperti jalan kaki, sendi sudah terasa sakit. Bahkan, jika sudah kelewat parah, saat duduk atau tidur pun sendi terasa nyeri.

Sendi yang biasanya menjadi korban osteoartritis adalah sendi yang memikul berat badan, misalnya sendi lutut. Dengkul. Maklum saja, lutut merupakan sendi yang paling banyak menerima tekanan beban. Sendi lain yang juga bisa terkena osteoartritis misalnya sendi di tulang belakang, sendi panggul, pergelangan kaki, dan pangkal ibu jari kaki.

Hingga sekarang penyebab pasti penyakit ini masih terus diteliti. Meski begitu, para ahli reumatologi sudah mengenali faktor-faktor risikonya. Lah, apa beda penyebab dan faktor risiko? Faktor risiko adalah istilah medis untuk menggambarkan kemungkinan penyebab. Jika faktor ini ada pada sesorang, ia punya kemungkinan lebih tinggi terkena osteoartritis.

Di antara faktor risiko yang sudah dikenali, salah satunya, kegemukan. Ya, lagi-lagi kegemukan. Ini memang faktor yang cukup besar pengaruhnya. Pada orang gemuk, tulang-tulang sendi harus menanggung beban yang lebih berat. Tekanan akibat berat badan yang terus-menerus ini menyebabkan lapisan tulang rawan sendi lebih cepat aus.

Namun bukan berarti orang kurus atau yang berat badannya ideal boleh meremehkan penyakit ini. Kegemukan hanya salah satu faktor risiko. Faktor lainnya yang tak boleh dilupakan adalah aktivitas sendi yang berlebihan. Faktor kedua ini sebetulnya masih punya kesamaan dengan kegemukan. Persamaannya terletak pada beban sendi.

Tekanan pada sendi tak cuma karena berat badan. Aktivitas yang berlebihan pun dapat menekan sendi, terutama aktivitas yang berhubungan dengan kerja sendi. Contohnya, mengangkat beban berat pada atlet atau mereka yang pekerjaannya mengangkat beban. Bisa juga terjadi pada mereka yang biasa naik turun gunung. Beban dari aktivitas inilah yang akan memberi tekanan pada tulang rawan sendi dan menyebabkannya mudah aus.

Tentu saja tidak semua jenis aktivitas bisa meningkatkan risiko osteoartritis. Hanya aktivitas yang memberi beban berat pada sendi. Olahraga biasa, misalnya main futsal, bulutangkis, joging, atau bersepeda, tidak masuk ke dalam kategori ini. Jadi, saran Zuljasri, kita tak perlu menghentikan kebiasaan olahraga hanya karena takut kena osteoartritis. Selain masalah kerja sendi, diabetes juga termasuk salah satu faktor yang meningkatkan risiko osteoartritis.

Faktor risiko lainnya adalah umur. Semakin tua seseorang, risiko terkena osteoartritis juga semakin besar. Karena itu penyakit ini biasanya dijumpai pada orang-orang di usia sekitar 50-an tahun. Ini merupakan faktor yang tidak bisa kita kendalikan. Berbeda dengan dua faktor pertama (kegemukan dan aktivitas) yang masih bisa dikendalikan. Berat badan yang berlebihan bisa diturunkan, aktivitas yang kelewat berat bisa dikurangi. Tapi umur, siapa yang bisa melawan?

Selain umur, faktor risiko lain yang tidak bisa dikendalikan yaitu jenis kelamin. Ini memang kabar tidak menyenangkan buat kaum perempuan. Jenis kelamin ini punya kemungkinan lebih besar terkena osteoartritis daripada laki-laki. Belum diketahui dengan jelas kenapa demikian, tapi diduga karena faktor hormon estrogen, yang memegang peranan penting di tubuh kaum Hawa.

Baca juga

Bisa Menyerang Kaum Muda Juga Lo!

 
1  2  3 
Cetak artikel    Kirim ke teman   Penilaian Anda
 

Pesta Tertunda Lewis Hamilton
Gigi Sehat Berkat Permen Karet
Rahasia Sehat Keluarga Keraton
Tembak Reaksi Bukan Untuk Orang Kagetan
Wayang Basah-basahan dari Vietnam
Suciwati: Cinta Munir Untuk Kebenaran
Catatan Harian Penakluk Himalaya
Dwi Koen, Humor Yang Menggugat, Panji Koming Semula...
HDTV Gambarnya Tajem Bener
Berantas Virus Negativitas di Kantor


 
BUKU BARU!
The Art of Successful Parenting
Beredar 7 November 2007
Harga Rp. 32500