E-MAIL
KATA KUNCI


DAFTAR
 
 
SUARA MILIS  |  JAJAK PENDAPAT  |  KONSULTASI |  FORUM |  ARSIP  |  BUKU TAMU  |  REDAKSI
 
majalah
No. 532 TH. XLIV
NOVEMBER 2007
     

Bisa dicegah dan dihambat
Sampai sekarang penyakit ini belum ada obatnya. Sekali terkena osteoartritis, penderita harus menjalani perawatan seumur hidup. Terapi yang ada sebatas memperbaiki kualitas hidup pasien, misalnya dengan mengatasi nyeri. Yang semula sulit berjalan, dibuat bisa berjalan kembali.

Ada tiga aspek pengobatan osteoartritis ini: nonfarmakologis (tidak pakai obat), farmakologis, dan tindakan operasi. Terapi nonfarmakologis misalnya dengan edukasi, menurunkan berat badan, dan menghindari aktivitas sendi yang berat. Juga lewat fisioterapi, misalnya dengan pemanasan, alat bantu atau latihan khusus.

Sedangkan terapi farmakologis adalah memberi obat antinyeri atau menyuntikkan cairan viscosupplement. Jadi, viscosupplement berfungsi sebagai pelumas sekaligus shock absorber. Obat lain yang juga sering dipakai dalam terapi osteoartritis adalah glukosamin dan kondroitin sulfat. Keduanya diharapkan dapat memperbaiki rawan sendi.

Terapi farmakologis dan non-farmakologis ini dilaksanakan bersama-sama. Paling akhir, terapi operatif. Ini dilakukan terutama jika rawan sendi sudah terkikis habis. Kadang-kadang juga dilakukan untuk mengoreksi faktor risiko, misalnya pada individu dengan kaki "O".

Pemilihan terapi untuk satu pasien sangat mungkin berbeda dari pasien lainnya. Tergantung penyebabnya. Namun, meskipun terapinya berbeda, ada beberapa tata laksana osteoartritis yang sama untuk semua penderita. Intinya, semua faktor risiko harus dikendalikan.

Beberapa faktor risiko osteoartritis memang tidak bisa dikendalikan, seperti umur dan jenis kelamin. Tapi sebagian faktor lainnya bisa dikendalikan, misalnya kegemukan, aktivitas berlebihan, dan diabetes. Jika faktor-faktor ini dikendalikan, kita bisa meminimalkan risikonya. Baik risiko munculnya maupun risiko progresivitasnya (perkembangannya), jika sudah kena.

Zuljasri menegaskan bahwa penurunan berat badan, meskipun tampak sepele, sangat besar pengaruhnya terhadap progresivitas osteoartritis. Ini tindakan yang sangat dianjurkan, baik sebelum mapun sesudah terserang osteoartritis.

Sebelum osteoartritis muncul, penurunan berat badan akan memperkecil kemungkinan menyerang. Kalaupun sudah telanjur kena osteoartritis, penurunan berat badan sekali lagi tetap punya arti penting karena bisa menghambat laju keparahan penyakit.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa penurunan berat badan sebesar 5 kg dapat menurunkan kejadian osteoartritis lutut sebesar 50% pada wanita, terutama wanita yang kelebihan berat badannya dari berat badan ideal di atas 10%.

Karena itu, sekali lagi, jangan terlalu gemuk!

Baca juga

Bisa Menyerang Kaum Muda Juga Lo!

 
1  2  3 
Cetak artikel    Kirim ke teman   Penilaian Anda
 

Pesta Tertunda Lewis Hamilton
Gigi Sehat Berkat Permen Karet
Rahasia Sehat Keluarga Keraton
Tembak Reaksi Bukan Untuk Orang Kagetan
Wayang Basah-basahan dari Vietnam
Suciwati: Cinta Munir Untuk Kebenaran
Catatan Harian Penakluk Himalaya
Dwi Koen, Humor Yang Menggugat, Panji Koming Semula...
HDTV Gambarnya Tajem Bener
Berantas Virus Negativitas di Kantor


 
BUKU BARU!
The Art of Successful Parenting
Beredar 7 November 2007
Harga Rp. 32500