Bisa dicegah dan dihambat
Sampai sekarang penyakit ini belum ada obatnya. Sekali terkena
osteoartritis, penderita harus menjalani perawatan seumur hidup.
Terapi yang ada sebatas memperbaiki kualitas hidup pasien, misalnya
dengan mengatasi nyeri. Yang semula sulit berjalan, dibuat bisa
berjalan kembali.
Ada tiga aspek pengobatan osteoartritis ini: nonfarmakologis
(tidak pakai obat), farmakologis, dan tindakan operasi. Terapi
nonfarmakologis misalnya dengan edukasi, menurunkan berat badan,
dan menghindari aktivitas sendi yang berat. Juga lewat fisioterapi,
misalnya dengan pemanasan, alat bantu atau latihan khusus.
Sedangkan terapi farmakologis adalah memberi obat antinyeri atau
menyuntikkan cairan viscosupplement. Jadi, viscosupplement
berfungsi sebagai pelumas sekaligus shock absorber.
Obat lain yang juga sering dipakai dalam terapi osteoartritis
adalah glukosamin dan kondroitin sulfat. Keduanya diharapkan dapat
memperbaiki rawan sendi.
Terapi farmakologis dan non-farmakologis ini dilaksanakan bersama-sama.
Paling akhir, terapi operatif. Ini dilakukan terutama jika rawan
sendi sudah terkikis habis. Kadang-kadang juga dilakukan untuk
mengoreksi faktor risiko, misalnya pada individu dengan kaki "O".
Pemilihan terapi untuk satu pasien sangat mungkin berbeda dari
pasien lainnya. Tergantung penyebabnya. Namun, meskipun terapinya
berbeda, ada beberapa tata laksana osteoartritis yang sama untuk
semua penderita. Intinya, semua faktor risiko harus dikendalikan.
Beberapa faktor risiko osteoartritis memang tidak bisa dikendalikan,
seperti umur dan jenis kelamin. Tapi sebagian faktor lainnya bisa
dikendalikan, misalnya kegemukan, aktivitas berlebihan, dan diabetes.
Jika faktor-faktor ini dikendalikan, kita bisa meminimalkan risikonya.
Baik risiko munculnya maupun risiko progresivitasnya (perkembangannya),
jika sudah kena.
Zuljasri menegaskan bahwa penurunan berat badan, meskipun tampak
sepele, sangat besar pengaruhnya terhadap progresivitas osteoartritis.
Ini tindakan yang sangat dianjurkan, baik sebelum mapun sesudah
terserang osteoartritis.
Sebelum osteoartritis muncul, penurunan berat badan akan memperkecil
kemungkinan menyerang. Kalaupun sudah telanjur kena osteoartritis,
penurunan berat badan sekali lagi tetap punya arti penting karena
bisa menghambat laju keparahan penyakit.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa penurunan berat badan sebesar
5 kg dapat menurunkan kejadian osteoartritis lutut sebesar 50%
pada wanita, terutama wanita yang kelebihan berat badannya dari
berat badan ideal di atas 10%.
Karena itu, sekali lagi, jangan terlalu gemuk!
Baca juga
Bisa Menyerang Kaum Muda Juga Lo!