Penulis : Christantiowati
Xylitol adalah nama populer senyawa kimia alkohol gula C5H12O5.
Sehari-hari dikenal sebagai gula kayu atau gula birch yang
digunakan untuk pemanis, seperti rekan-rekannya, mannitol,
sorbitol, erythritol, maltitol, dan lactitol. Disebut
gula birch karena pertama kali ditemukan pada abad ke-19
dari serat kayu pohon white birch yang banyak tumbuh di
Finlandia dan Amerika Utara.
Xylitol secara alami juga terkandung dalam serat buah dan sayuran,
yaitu dari keluarga beri-berian (rasberi, stroberi), plum, kulit
ari jagung, gandum oat, jamur merang, kembang kol dan bayam.
Di abad ke-19 itu, xylitol diperkenalkan di Eropa sebagai pemanis
yang aman bagi penderita diabetes dan pemilik kadar gula darah
tinggi, karena tak berpengaruh pada kadar insulin. Semanis gula
sukrosa dari tebu tapi berkandungan kalori lebih rendah 40%, lebih
lambat diserap tubuh hingga aman bagi penderita diabetes. Satu
sendok teh xylitol berisi 9,6 kalori, bandingkan dengan gula yang
15 kalori. Xylitol juga nirkarbohidrat, sementara gula berisi
4 g per sendok teh.
Pada abad ke-20, xylitol dalam bentuk butiran-butiran kecil mulai
diproduksi besar-besaran di Amerika Serikat dari tanaman bit dengan
merk Ultimate Sweetener. Chupa Chups, yang pernah
populer di Indonesia pada awal 1980-an dengan permen loli, membuat
permen pernapasan ber-xylitol dengan nama Smint. Sementara
di Finlandia, xylitol dipakai luas di industri rumahan kembang
gula, dan permen karet seperti juga di Cina, Jepang, dan Korea
Selatan, yang memilih memberi merek dengan nama generiknya, Xylitol.
Baca juga
3 Jenis Karies
Cegah Infeksi Telinga