Penulis : Budiana Setiawan, di Ciputat
Seekor naga merayap di atas permukaan air. Mulutnya menyembur-nyemburkan
api. Udara di atas permukaan air pun dipenuhi asap yang berpendar
ditimpa cahaya lampu yang berwarna-warni. Sesaat kemudian, semburan
api itu padam. Sang Naga lalu menenggelamkan diri ke dalam air,
kemudian muncul kembali sambil menyemburkan air. Demikian dilakukan
berulang-ulang sambil terus berenang berputar-putar.
Tidak jauh dari naga itu, sesosok barongsai juga berenang-renang
dengan lincahnya, sambil sesekali menjulurkan kepalanya ke atas
permukaan air. Sesaat kemudian tirai bambu di belakang kedua binatang
mitologis itu sedikit terkuak dan mereka pun masuk ke dalamnya.
Selanjutnya, enam orang penari wanita keluar dari balik tirai
bambu dan membentuk formasi dua barisan. Mereka lalu mengepak-ngepakkan
kedua tangannya sambil berputar-putar membentuk formasi yang mengagumkan.
Jangan salah! Naga, barongsai, dan penari yang beraksi tadi bukanlah
tokoh sungguhan. Mereka hanya boneka-boneka kayu yang mengapung
di atas permukaan air. Mereka bisa beraksi lantaran ada dalangnya.
Itulah bentuk seni pertunjukan wayang boneka dari Vietnam. Karena
wayang dimainkan di atas permukaan air, wayang ini kemudian lebih
dikenal sebagai wayang air.
Baca juga
Lain Negara Lain Wayangnya
Cara Main Wayang Air
Panggung Pertunjukan