E-MAIL
KATA KUNCI


DAFTAR
 
 
SUARA MILIS  |  JAJAK PENDAPAT  |  KONSULTASI |  FORUM |  ARSIP  |  BUKU TAMU  |  REDAKSI
 
majalah
No. 532 TH. XLIV
NOVEMBER 2007
     

CATATAN HARIAN PENAKLUK HIMALAYA:
(Bagian Pertama Dari Dua Tulisan)

Haru biru menyergap relung kalbu di pagi itu, Jumat 27 Oktober 2006. Dari jendela Boeing 747 Thai Airways, saya bisa melihat deretan pegunungan tinggi berselaput salju yang berbaris seakan tak berujung. Dalam sebulan ke depan, kami ber-21 - tergabung dalam Everest BC 2006 (EBC 2006) Mahitala Universitas Parahiyangan - akan mengembara di salah satu celah Pegunungan Himalaya. Sesuatu yang menjadi obsesi dan mimpi saya selama 30 tahun.


Penulis : Budi Hartono Purnomo, di Jakarta

Tak terasa, pesawat mendarat di bandara di Kathmandu, Nepal, pukul 10.30 waktu setempat (lebih dulu 1 jam 15 menit dibanding Jakarta). Di bandara, kami dijemput Mr. Nava dari First Environmental Trekking Pte. Ltd dan beberapa rekan dari kelompok terbang (kloter) 1. Kloter 1 berangkat lebih awal, Senin 23 Oktober 2006 dari San Diego (Amerika Serikat), beranggotakan Ambrin Siregar, Hasan Sunardi, Chandra Heru, George, Susanto, SieLing, Syamsuliarto, Irsan, Irma dan Suhanto. Sedangkan kloter 2 berangkat Kamis 26 Oktober 2006, terdiri atas Sani Handoko, Milug, Didiet, Lily Nababan, Olin, Chaca, Mario, Ian, Hani, Tisi, dan saya sendiri.

Suasana petualangan sudah terasa ketika kaki menjejak bandara, yang dipenuhi turis back packer. Kathmandu yang berdebu dan bising juga tempat yang jamak untuk menemukan sapi berdiri santai di lampu merah perempatan jalan. Binatang yang satu ini memang punya "hak istimewa".

Toko-toko banyak menjual suvenir dan perlengkapan pendakian gunung, kain sutera, kerajinan tangan, dan pisau "kukrie" yang melegenda karena menjadi senjata andalan tentara Gurkha, satuan khusus tentara Kerajaan Inggris Raya yang terkenal itu. Jumat 27 Oktober 2006, kami mulai beradaptasi dengan udara sejuk Kathmandu dan ingar-bingar ucapan khas bahasa Nepali. Besok pukul 05.00 perjalanan sebenarnya akan dimulai, terbang ke Lukla (2.840 m), lalu berjalan kaki untuk mencapai Kallapatthar.

 
2  3 
Cetak artikel    Kirim ke teman   Penilaian Anda
-

 

 

 
Pesta Tertunda Lewis Hamilton
Kegemukan Bikin Shock Absorber Tubuh Rusak
Gigi Sehat Berkat Permen Karet
Rahasia Sehat Keluarga Keraton
Tembak Reaksi Bukan Untuk Orang Kagetan
Wayang Basah-basahan dari Vietnam
Suciwati: Cinta Munir Untuk Kebenaran
Dwi Koen, Humor Yang Menggugat, Panji Koming Semula...
HDTV Gambarnya Tajem Bener
Berantas Virus Negativitas di Kantor
 
BUKU BARU!
The Art of Successful Parenting
Beredar 7 November 2007
Harga Rp. 32500