E-MAIL
KATA KUNCI


DAFTAR
 
 
SUARA MILIS  |  JAJAK PENDAPAT  |  KONSULTASI |  FORUM |  ARSIP  |  BUKU TAMU  |  REDAKSI
 
majalah
No. 532 TH. XLIV
NOVEMBER 2007
     

DWI KOEN, HUMOR YANG MENGGUGAT, PANJI KOMING SEMULA HANYA SAMBILAN:
DUNIA PARA KARTUNIS (6)

Apakah sumbangan seorang kartunis itu hanya dagelan? Sebetulnya, meski kelihatannya hanya untuk memancing tawa, kartun yang manapun, sekadar humor maupun karikatur politik, memiliki dimensi serius. Bukan sekadar karena dalam teks apapun terdapat konotasi ideologis, tetapi juga karena pada setiap gelak tawa yang kita acukan kepada wacana tertentu, terdapat peluang untuk ditafsirkan sebagai pelecehan. Padahal, terhadap pelecehan, siapapun bisa menjadi sensitif. Humor ternyata potensial dalam mengundang bahaya!


Penulis & Fotografer : Seno Gumira Ajidarma

Sekali lagi, ini berarti profesi seorang kartunis sebetulnya merupakan profesi riskan, yang juga berarti harus dihargai lebih dari sekadar tukang melucu. Apalagi jika seorang kartunis memang telah memilih untuk tidak sekadar melucu, melainkan juga bersikap kritis. Nah, kritis kepada siapa? Selain kepada penguasa, yakni pemerintah yang mewakili negara; juga kepada masyarakat, yang boleh dianggap mewakili bangsa. Jika sikap kritis terhadap negara dan bangsa itu disetujui merupakan kontribusi sosial, tentunya sumbangan seorang kartunis bukan hanya dagelan.

Salah seorang kartunis yang karyanya dianggap penting dalam penyadaran sosial dan politik, sehingga sering menjadi bahan penelitian ilmiah dalam bidang ilmu-ilmu humaniora adalah Dwi Koendoro Brotoatmodjo, yang lebih populer sebagai Dwi Koen sahaja. Ini tentu berhubungan dengan dua hal: Pertama, bahwa karyanya bukan hanya dikenal sebagai kritis, melainkan juga keras; kedua, bahwa kartun seri Panji Koming tersebut dimuat harian Kompas yang merupakan koran dengan oplah besar, yang terutama memang beredar di kalangan kelas menengah, yang juga diandaikan sebagai kritis. Ini membuat Panji Koming bagaikan ikan yang mendapatkan kolamnya.

 
2  3  4 
Cetak artikel    Kirim ke teman   Penilaian Anda
-

 

 

 
Pesta Tertunda Lewis Hamilton
Kegemukan Bikin Shock Absorber Tubuh Rusak
Gigi Sehat Berkat Permen Karet
Rahasia Sehat Keluarga Keraton
Tembak Reaksi Bukan Untuk Orang Kagetan
Wayang Basah-basahan dari Vietnam
Suciwati: Cinta Munir Untuk Kebenaran
Catatan Harian Penakluk Himalaya
HDTV Gambarnya Tajem Bener
Berantas Virus Negativitas di Kantor
 
BUKU BARU!
The Art of Successful Parenting
Beredar 7 November 2007
Harga Rp. 32500