Penulis : Dharnoto
Aldo (42) menyeringai, "Ah, ide itu sudah basi. Dua tahun lalu
sudah saya ajukan. Enggak bakalan berhasil genjot penjualan deh,"
sinis suaranya. Rapat koordinasi tim pemasaran produk elektronik
itu jadi naik tensi. Gatot (29) sang pemilik ide, walau karyawan
baru, tak sudi diremehkan oleh seniornya itu. Debat kusir pun
pecah.
Gatot, lulusan cumlaude fakultas ekonomi suatu universitas
negeri di Bandung, mengeluarkan jurus-jurus marketing hasil bekerja
selama dua tahun di perusahaan sebelumnya. Sedang Aldo seperti
biasa, dengan nyinyir memamerkan pengalamannya belasan tahun malang
melintang di bagian pemasaran perusahaan itu.
Tentu saja Eko, sang manajer pemasaran yang memimpin rapat, kewalahan
menyetop berondongan Aldo, yang nota bene mantan kepala seksinya
ketika ia baru masuk ke perusahaan yang berdomisili di Jakarta
Barat ini, 12 tahun lalu.
Aldo memang sulit. Terlepas dari pengalaman senioritasnya, ia
dikenal tak punya hati saat 'membantai' ide ataupun pembicaraan
karyawan lain. Ini dilakukan bukan hanya di ruang rapat. Bahkan
di kantin sekalipun. Gaya bicaranya yang agitatif ikut membuat
lawannya terpojok. Anehnya, Aldo bisa saja menemukan sisi negatif
segala sesuatu, lalu mengeksplorasi hingga ide positif itu jadi
terkesan pesimistik. Inilah keunggulan retorika Aldo.
Menurut Ronny Hanggoro, Psi, M.Si, dari Lembaga Psikologi Terapan
Universitas Indonesia (LPT-UI), "Negativitas bukan berkaitan dengan
hasil kerja seseorang, melainkan dengan dirinya sendiri, yang
selalu negative-thinking." Orang itu, tambah Ronny Hanggoro, melihat
apa pun dengan curiga, dari sisi negatif. Aldo, yang sukar diajak
optimis, dikatakan Ronny sebagai orang dengan karakter dasar negatif,
"Mungkin di masa lalu ia sering mengalami kegagalan."
Sifat-sifat personal yang melekat pada diri Aldo menjadikan rekan-rekan
kerjanya mencapnya sebagai orang yang selalu berprasangka buruk.
Yang dikhawatirkan, di kantor mana pun, emosi seseorang bisa menular
ke yang lain. Negativitas Aldo bukan tak mungkin akan menjalar
ke karyawan lain. Sulit dibayangkan, jika seluruh karyawan di
bagian pemasaran suatu perusahaan bersikap negatif. Padahal, bagian
ini merupakan ujung tombak penjualan produk. Pastilah hanya dalam
waktu singkat perusahaan akan menelan akibatnya.
Baca juga
Kenali Penyebab Negativitas
Kiat Menghadapi Negativitas